Kaltim.radar24.co.id, BALIKPAPAN – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, menekankan pentingnya peran media sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi di tengah gempuran disinformasi yang kian masif.
Era Citizen Journalism: Tantangan dan Risiko
Endar menyoroti fenomena citizen journalism di mana setiap pemilik ponsel pintar kini bisa menyebarkan informasi secara instan. Namun, kondisi ini juga menjadi tantangan besar bagi stabilitas keamanan jika tidak diimbangi dengan akurasi data.
Sinergi Kepolisian dan Pers: Kunci Peredam Konflik
Media diharapkan tetap mengedepankan verifikasi meski arus informasi di ruang digital bergerak sangat cepat. Informasi yang keliru atau provokatif berpotensi memicu gesekan sosial. “Siapa pun kini bisa menjadi media lewat ponsel mereka. Di sinilah peran jurnalis profesional menjadi krusial untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Endar.
Polda Kaltim: Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Endar juga menegaskan komitmennya untuk membawa Polda Kaltim menjadi institusi yang lebih humanis, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta Hak Asasi Manusia. “Polri tidak anti-kritik dan justru membutuhkan masukan dari media untuk terus berbenah,” katanya.




