KALTIM.RADAR24.CO.ID, Kutai Timur, Bengalon – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, jajaran Polsek Bengalon melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan tanaman jagung kuartal I di lahan Perkebunan ketahanan pangan.
PT Perkasa Inaka Kerta (PT PIK), dengan berkerja sama kelompok tani perdau mandiri di bawa binaan polsek bengalon.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Bengalon AKP Asriadi didampingi IPDA Fery Padlian selaku Kanit Reskrim Polsek Bengalon, serta Aipda Siswadiselaku Kasium Polsek Bengalon.
Kegiatan tersebut, personel Polsek Bengalon melakukan pengecekan langsung terhadap lahan perkebunan jagung pipil milik PT PIK yang dikelola melalui kerja sama dengan Kelompok Tani Perdau Mandiri.

Selain melakukan pemantauan kondisi tanaman, jajaran kepolisian juga menyampaikan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta memberikan imbauan terkait pentingnya ketahanan pangan melalui penanaman jagung pipil.
Lahan perkebunan jagung hibrida yang dimonitor memiliki luas total 5 hektare, dengan tahap awal penanaman dilakukan di areal seluas 3 hektare.
Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada Sabtu, 7 Maret 2026
Berdasarkan kalender tanam, masa panen jagung diperkirakan akan berlangsung pada Juli 2026.
Dari hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung saat ini tumbuh dengan tinggi rata-rata sekitar 15 sentimeter.
Selain tanaman jagung, di area perkebunan juga terdapat tanaman hortikultura lain seperti sawi, kangkung, bayam, serta buah semangka, yang menambah produktivitas lahan pertanian tersebut.
AKP Asriadi, menyampaikan, kegiatan monitoring dan pengecekan tanaman jagung ini merupakan bentuk komitmen Polsek Bengalon dalam mendukung program swasembada pangan tahun 2026.
Ia memastikan bahwa lahan pertanian yang dikelola bersama masyarakat dan pihak perusahaan dapat berjalan dengan baik, produktif, serta memberi manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, perusahaan, dan kelompok tani menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan,
“Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman jagung cukup baik, tumbuh dengan normal, dan situasi di lokasi juga aman serta terkendali,” tutup AKP Asriadi. (*)



