Kaltim.radar24.co.id, BALIKPAPAN – Gelombang protes kelangkaan solar meluas. PMII bersama komunitas sopir Balikpapan akan menggelar aksi turun ke jalan, Senin (4/5/2026) pukul 12.00 Wita, dipusatkan di Kantor DPRD Kota Balikpapan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Massa akan berkumpul di tiga titik: Kilo 11, Sepinggan sebagai titik utama, dan Somber, sebelum bergerak bersama ke DPRD.

 

*Antrean Tak Manusiawi, Sopir Merugi*

 

PMII menegaskan kelangkaan solar bukan sekadar hambat ekonomi, tapi tekan hidup rakyat kecil. Sopir angkutan yang bergantung BBM subsidi jadi korban utama.

 

“Antrean panjang di sejumlah SPBU telah melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan,” tulis PMII dalam seruan aksi.

 

Para sopir mengaku rugi besar. “Tidak sedikit dari kami kehilangan waktu kerja berjam-jam hanya untuk antre. Bahkan ada yang terpaksa tidak beroperasi,” ujar salah satu perwakilan sopir.

 

*3 Tuntutan Utama ke Pemerintah*

Aksi ini jadi tekanan moral ke pemerintah daerah dan pusat. PMII mendesak langkah konkret karena krisis solar berpotensi picu instabilitas ekonomi. Tuntutan utama:

 

1. *Perketat pengawasan* distribusi solar subsidi agar tepat sasaran.

2. *Tindak tegas* praktik penyelewengan dan mafia BBM.

3. *Jamin ketersediaan* BBM bagi masyarakat yang berhak.

 

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Negara harus hadir memastikan distribusi BBM subsidi tidak disalahgunakan,” tegas seruan aksi PMII.

 

Aksi diperkirakan libatkan ratusan massa dan diharapkan berjalan damai. Aparat keamanan diminta kawal kegiatan agar kondusif tanpa ganggu ketertiban umum.

 

PMII dan sopir berharap aspirasi didengar dan ditindaklanjuti agar krisis solar teratasi, aktivitas masyarakat kembali normal.

 

*Konfirmasi ke Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hiswana Migas Balikpapan, dan Pemkot Balikpapan terkait penyebab kelangkaan serta solusi jangka pendek masih diupayakan hingga berita ini diturunkan.