Kaltim.radar24.co.id, Kutai Timur — Dalam rangka memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman serta mengantisipasi praktik pengetapan dan potensi kelangkaan, personel Polsek Bengalon melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (10/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib dan lancar.

 

Dalam kegiatan monitoring, personel Polsek Bengalon melakukan pengecekan di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Chica Madin di Desa Sepaso Selatan, SPBU DRS. H.M. Yapi di Desa Sepaso Barat, SPBU AKR di Desa Sepaso, serta SPBU Nuansa Tepian Baru di Desa Tepian Baru.

Dari hasil pengecekan di lapangan, stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar dan Dexlite secara umum masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, petugas juga melakukan wawancara dengan pengelola SPBU terkait distribusi dan jadwal pengiriman BBM dari pihak Pertamina.

 

Petugas turut memberikan imbauan kepada operator SPBU agar melayani konsumen sesuai aturan dan tidak melayani pengisian berulang yang berpotensi disalahgunakan oleh oknum pengetap BBM.

 

Hasil monitoring juga menunjukkan bahwa situasi di seluruh SPBU wilayah Kecamatan Bengalon masih kondusif dan tidak ditemukan adanya panic buying masyarakat terkait kenaikan harga BBM non subsidi. Namun demikian, pihak kepolisian mencatat adanya kenaikan harga Dexlite dari sebelumnya Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter.

 

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengatakan bahwa kegiatan monitoring rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi BBM serta mencegah adanya penyimpangan di lapangan.

 

“Kami terus melakukan pengecekan dan monitoring di SPBU wilayah Bengalon guna memastikan stok BBM tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Selain itu, kami juga mengantisipasi praktik pengetapan maupun penyalahgunaan pengisian BBM yang dapat merugikan masyarakat,” ujar AKP Asriadi.

 

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi serta situasi kamtibmas di wilayah Bengalon tetap aman dan kondusif.