*Kaltim.radar24.co.id, ACEH TIMUR* – Isu keretakan hubungan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur akhirnya terbantahkan. Keduanya menunjukkan bukti nyata kekompakan demi membangun Aceh Timur yang lebih maju.
> Bupati dan Wakil Bupati adalah dua kemudi pada satu perahu yang sama. Arah boleh berbeda sesekali dalam diskusi, tetapi tujuan akhir tetap satu, membawa masyarakat Aceh Timur menuju dermaga kesejahteraan.
Semangat *Dua Raga Satu Hati* menjadi fondasi. Menjadi Bupati dan Wakil Bupati bukan tentang siapa di depan atau di belakang, melainkan bagaimana berjalan bersama di jalan pengabdian untuk rakyat.
Perbedaan pendapat di ruang rapat adalah percikan api yang melahirkan kebijakan terbaik, namun persatuan di luar pintu adalah jangkar yang membuat Aceh Timur tetap kokoh.

Momen Haru Penuh Kekeluargaan
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan yang berlangsung pada malam hari di sebuah rumah, Rabu (8/10/2026), keduanya tampak saling berpelukan erat, saling memaafkan, dan berkomitmen untuk kembali bersatu membangun Aceh Timur.
Yang membuat momen ini semakin sakral, sejumlah Panglima GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan tokoh-tokoh senior Aceh Timur ikut hadir menyaksikan langsung proses islah tersebut. Mereka menjadi saksi bahwa persatuan adalah harga mati untuk kemajuan Aceh Timur.

Dalam foto lainnya, Bupati, Wakil Bupati, Panglima GAM, dan seluruh tokoh yang hadir melakukan salam kompak, menggenggam tangan bersama sebagai simbol komitmen dan kekompakan.
_”Kami saling memaafkan. Tidak ada lagi mis-komunikasi. Kami berdua berkomitmen penuh untuk membangun Aceh Timur, untuk rakyat. Aceh Timur harus maju, harus kompak,”_ ujar salah satu sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Momen ini disambut haru dan gembira oleh masyarakat Aceh Timur. Banyak yang berharap dengan kembalinya kekompakan Bupati dan Wakil Bupati, pembangunan di segala sektor, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan hingga pendidikan, bisa dipercepat.
( Zainal)


