RADAR24 Kaltim
Jujur Lantang Bersuara
Domain.com
Domain.net
domain.org
Domain.id
Domain.co.id
Domain.us
Minggu, 21 Juni 2026
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
Telegram
Berita
Teknologi
Kesehatan
Pariwisata
Hukum dan Kriminal
Lifestyle
Politik
Olahraga
Hiburan
Edukasi
Ekonomi
News
Petani Teritip Kembangkan Wisata Pertanian, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Beras Hasil Panen Kebun Sendiri, H. Masdari Kidang Salurkan Zakat untuk Yatim dan Lansia di Tepian Baru
H. Masdari Kidang Salurkan_Beras Zakat dari Hasil Panen Kebun Sendiri, Prioritaskan Warga yang Berhak_
Melalui Program PILAR, Ditresnarkoba Polda Kaltim Optimalkan Layanan Rehabilitasi Narkotika di Kaltim
Uji Kesiapan dan Kekompakan Personel, Sat Brimob Polda Kaltim Gelar Sakunta Warriors 2026
#Masih
Sudah Diingatkan Kapolrestabes, Masih Keras Kepala: Tembak Water Jelly Kini Bikin Mata Korban Nyaris Buta
Berita
6 Maret 2026
Kubar 26 Tahun, Tantangan Infrastruktur Masih Membayangi
Berita
7 November 2025
Lahan Sudah Dimenangkan, Tapi Masih Dikuasai Perusahaan? Yahya Tonang Desak Penegakan Hukum
Hukum dan Kriminal
2 Juli 2025
Usia Yang Masih Muda DPD GEMIRA Aceh Tunjukkan Exsistensi Berkurban, Wagub Berikan Apresiasi
Edukasi
9 Juni 2025
Bareskrim Masih Dalami Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Jakarta – Bareskrim Polri tengah mendalami laporan yang diajukan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Laporan tersebut ditujukan kepada akun atas nama Lisa Mariana yang diduga menyebarkan informasi pribadi tanpa dasar hukum yang jelas dan sempat viral di dunia maya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima oleh Bareskrim dan saat ini masih dalam proses penanganan. “Laporan sudah diterima oleh Bareskrim Polri dan saat ini masih dalam tahap pendalaman. Substansi laporan sedang dikaji oleh penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Trunoyudo, Senin (21/4/2025). Ia menjelaskan bahwa proses pendalaman dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. “Jika memenuhi unsur pidana, nantinya akan ditentukan direktorat mana yang berwenang untuk menangani. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pendalaman selesai,” tambahnya. Polri menegaskan, seluruh proses penanganan laporan dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Hukum dan Kriminal
21 April 2025