Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kaltim.radar24.co.id LEBONG – Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan OJK Bengkulu memperkuat literasi keuangan dan perlindungan konsumen digital. Kegiatan digelar di Aula Bappeda Kabupaten Lebong, Selasa (28/4/2026).

 

Ketua PW IWO Bengkulu Musdamori, http://S.Sos., http://C.MK menekankan kemudahan akses keuangan digital harus dibarengi pemahaman risiko. Penipuan digital, investasi ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi kini mengintai masyarakat.

 

“Literasi keuangan bukan sekadar mengelola uang, tapi kecakapan mengenali risiko, ambil keputusan finansial tepat, serta melindungi diri sebagai konsumen,” ujar Musdamori.

 

Ia menegaskan wartawan punya posisi strategis sebagai agen edukasi publik. IWO berkomitmen hadirkan informasi akurat soal perlindungan konsumen. Lewat kolaborasi dengan OJK, wartawan diharapkan jadi perpanjangan tangan edukasi ke keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Musdamori menyoroti maraknya praktik pinjam-meminjam uang berjangka sangat singkat di kalangan pelajar. Sistem bunga harian ini dinilai memprihatinkan karena berpotensi menjerat generasi muda dalam pola keuangan tidak sehat sejak dini.

 

“Edukasi literasi keuangan harus menyasar generasi muda agar tidak mudah tergiur tawaran tidak jelas. Pastikan selalu cek legalitas lembaga keuangan lewat sumber resmi,” tegasnya.

 

Sebelumnya, IWO Bengkulu aktif menggelar edukasi. Pada 2024, IWO bersama KPU Bengkulu menyukseskan sosialisasi Pilkada. Tahun 2025, IWO fokus edukasi jurnalistik untuk tangkal hoaks dan tumbuhkan etika bermedia sosial.

 

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan OJK Provinsi Bengkulu, Bupati Lebong, dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lebong. Musdamori menyampaikan apresiasi atas fasilitasi acara.

 

Melalui sinergi ini, literasi keuangan di Bengkulu diharapkan tumbuh kuat, berdampak nyata, dan menciptakan ekosistem digital yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.