Kaltim.radar24.co.id, Kutai Timur – Polsek Bengalon Polres Kutai Timur (Kutim) melakukan monitoring dan pengecekan, perkembangan tanaman jagung hibrida serta kesiapan pengelolaan lahan untuk penanaman semangka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Kegiatan monitoring tersebut dipimpin Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, di Areal Perkebunan Kelompok Tani (KT) Perdau Mandiri binaan PT Perkasa Inaka Kerta (PIK), Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Minggu (24/5/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional tahun 2026. Dalam kegiatan itu, Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, didampingi personel Polsek Bengalon, pihak PT PIK, serta anggota Kelompok Tani Perdau Mandiri.

 

Di lokasi perkebunan seluas lima hektare tersebut, Kapolsek melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung pipil yang telah memasuki usia sekitar 77 hari tanam. Dari hasil monitoring, sebagian besar tanaman jagung tumbuh dengan baik dan subur dengan tinggi rata-rata mencapai sekitar 100 sentimeter.

 

Selain meninjau tanaman jagung, rombongan juga mengecek kesiapan lahan yang akan kembali digunakan untuk penanaman semangka usai panen sebelumnya. Langkah ini dilakukan guna menjaga kesinambungan produksi pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Bengalon.

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

 

“Kami ingin memastikan program pertanian masyarakat berjalan baik. Kehadiran kami juga sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada para petani agar terus semangat meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

 

AKP Asriadi menambahkan, sinergi antara kepolisian, kelompok tani, dan perusahaan binaan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan di Kutai Timur.

 

“Polri siap mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, termasuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan optimal,” tambahnya.

 

Meski demikian, dalam pelaksanaannya petani masih menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca yang tidak menentu dan serangan hama ulat pada beberapa tanaman jagung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani telah melakukan penyemprotan hama dan berencana melakukan pemupukan lanjutan apabila curah hujan mulai turun.

 

Menanggapi kegiatan monitoring tersebut, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi langkah jajaran Polsek Bengalon yang aktif turun langsung mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.

 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Ketahanan pangan adalah program strategis yang membutuhkan dukungan bersama, termasuk dari aparat kepolisian,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

 

AKBP Fauzan berharap kolaborasi antara petani, perusahaan, dan aparat pemerintah dapat terus terjalin demi menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kutai Timur.

 

“Kami akan terus hadir mendukung masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan, karena keberhasilan pertanian juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.