Kaltim.radar24.co.id, TAPAKTUAN, ACEH SELATAN – Tak hanya mengawasi, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kutacane membuktikan diri sebagai jembatan kemandirian. Sebanyak 20 Klien Pemasyarakatan di Aceh Selatan kini punya skill baru yang siap jadi ladang rezeki: Barbershop.
Menggandeng mitra strategis *Tuan Barbershop*, Bapas Kutacane menggelar Bimbingan Kemandirian Barbershop selama 2 hari di Aula Dinas Perpustakaan Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Kutacane, *T. Dermawan.*
Menariknya, kegiatan ini turut dihadiri *Kepala Rutan Kelas IIB Tapaktuan, M. Sukron.* Kehadiran Karutan menjadi simbol kuatnya sinergi antar UPT Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pesannya jelas: yang dibina di dalam Rutan, dimandirikan saat kembali ke masyarakat oleh Bapas.
Dalam sambutannya, Kabapas T. Dermawan menegaskan, keterampilan adalah kunci utama untuk memutus rantai residivisme atau pengulangan tindak pidana.
> “Skill barbershop ini adalah jalan rezeki yang halal dan terhormat. Kami tidak ingin Klien kami di Aceh Selatan kembali menganggur dan mengulangi kesalahan yang sama. Hari ini belajar gunting, besok buka usaha, lusa jadi pengusaha. Itulah Pemasyarakatan yang memandirikan,” tegas T. Dermawan.
Puncaknya, Bapas Kelas II Kutacane dan Tuan Barbershop melakukan *Penandatanganan MoU.* Ini bukan sekadar pelatihan 2 hari. Melalui MoU ini, Tuan Barbershop berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan, program magang, hingga penyaluran kerja bagi Klien yang berprestasi.
Antusiasme peserta pun luar biasa. 20 Klien tampak fokus total, dari teknik dasar gunting, teknik fading yang lagi tren, hingga manajemen usaha pangkas rambut. Dari tatapan mereka terlihat satu hal: keinginan kuat untuk berubah dan mandiri.
Langkah Bapas Kutacane ini menjadi bukti nyata bahwa Pemasyarakatan bukan tentang hukuman, tapi tentang harapan kedua.



