Kaltim.radar24.co.id, TANAH GROGOT – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Paser, Kompol Hendro Wibowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Paser, Kamis (22/10/2026).
Upacara tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus kontribusi mereka dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Upacara dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Paser, Ir. H. Romif Erwinadi, M.Si., selaku pembina upacara. Sementara itu, Muhammad Kholiq, S.Ag., M.M., bertindak sebagai perwira upacara dan Subandoro sebagai pemimpin upacara.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, serta perwakilan lembaga terkait. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Paser Zulfikar Yuliskatin, S.H.I., Pasi Pers Kodim 0904/PSR Kapten Inf Hari Subagio yang mewakili Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri Paser Dr. Hari Palar, S.H., M.H., serta perwakilan Pengadilan Negeri Tanah Grogot.
Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser Syarifudin, S.E., M.M., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser Ir. Khoirul Huda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan pondok pesantren, serta ratusan santri dan santriwati dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.
Mengenang Resolusi Jihad, Memperkuat Persatuan Bangsa
Rangkaian upacara diawali dengan laporan perwira upacara, penghormatan kepada pembina upacara, serta pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Ikrar Santri, serta pembacaan Naskah Resolusi Jihad oleh Ketua DPRD Kabupaten Paser selaku Panglima Santri.
Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober memiliki makna historis yang erat kaitannya dengan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari.
Resolusi Jihad menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semangat tersebut mencerminkan peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat perjuangan itu diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda, khususnya para santri, agar mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.
Polri Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Santri
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu oleh Korsik Madrasah Aliyah Negeri Paser serta penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang Lomba Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Paser.
Kehadiran Waka Polres Paser dalam peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, ulama, dan kalangan pesantren dalam menjaga kerukunan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk memelihara toleransi, memperkokoh persatuan, serta membangun lingkungan yang aman dan harmonis di Kabupaten Paser.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk mengambil peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.
Selama kegiatan berlangsung, upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Paser berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.(Iwan)




