Kaltim.radar24.co.id SINTANG, KALBAR  – Warga Dusun Belungkak, Desa Bengkuang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang terpaksa mempertaruhkan nyawa menyeberangi Sungai Lebang setiap hari. Jembatan gantung satu-satunya akses penyeberangan putus sejak 3 tahun lalu dan belum diperbaiki.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jembatan itu vital bagi warga. Sejak putus, warga menyeberang langsung lewat sungai meski arus deras dan berbahaya, terutama musim hujan.

 

Anak-anak sekolah paling terdampak. Setiap hari mereka menyeberangi sungai menuju SDN Bengkuang dan SMP Negeri di pusat desa. Risiko keselamatan mengintai demi pendidikan.

 

Pantauan di lapangan, sisa jembatan rusak masih terlihat tanpa perbaikan. Akses ke tepian sungai licin dan sulit. Warga saling bantu saat menyeberang, terutama anak-anak dan lansia.

 

Kepala Desa Bengkuang Dimanto menegaskan jembatan ini akses utama Dusun Belungkak. “Sudah 3 tahun putus. Kami harap ada perhatian serius pemerintah. Ini soal keselamatan warga dan masa depan anak-anak kami,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

 

Kawil Dusun Belungkak Yustinus menambahkan warga sudah lama menunggu. “Setiap hari hadapi risiko seberangi Sungai Lebang. Kami harap pemerintah segera hadir beri solusi,” katanya.

 

Warga mengaku takut saat air sungai naik. “Tapi anak-anak tetap harus sekolah. Kami hanya harap jembatan segera diperbaiki agar bisa nyebrang aman,” kata seorang warga.

 

Masyarakat Dusun Belungkak mendesak Pemkab Sintang dan pihak terkait segera membangun kembali jembatan gantung Sungai Lebang agar akses aman dan layak.