Kaltim.radar24.co.id, SANGATTA. – Tarian dan nyanyian siswa-guru SDN 013 Desa Singa Gembara mengiringi Peresmian Semenisasi Jalan Akses SDN 013, Selasa (5/5/2026). Suasana pagi jadi hangat, penuh kegembiraan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Beda drastis dengan hari-hari sebelumnya. Dulu, akses ke sekolah penuh keluh kesah: jalan berlubang, berlumpur, licin.

“Hari ini kami lega dan gembira, karena akses jalan menuju sekolah sudah disemenisasi KPC. Sebelumnya, kondisi jalan seperti sawah saat hujan. Saya sampai tidak bisa tidur kalau pagi hujan, karena membayangkan anak-anak harus melewati jalan licin dan becek. Banyak yang terpeleset, bahkan ada yang jatuh sampai seluruh tubuhnya penuh lumpur,” kata Ibu Sri, Kepala SDN 013.

 

Tak sedikit siswa terpaksa lepas sepatu dan menentengnya ke sekolah. Situasi itu ganggu kenyamanan dan keselamatan anak.

 

Jalan 320 Meter, Rp1,5 Miliar, 2 Bulan Rampung, Kini kondisi berubah. Jalan akses sepanjang 320 meter, lebar 6 meter, dibangun lewat program CSR KPC beri rasa aman dan nyaman bagi warga sekolah.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, sebut pembangunan ini kontribusi nyata dunia usaha di tengah keterbatasan APBD. “Terima kasih kepada KPC dan seluruh kontraktor yang telah membangun jalan ini dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. Ini sangat membantu, apalagi kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.

 

Ia optimistis konstruksi semenisasi bertahan lama. “Dengan kualitas seperti ini, saya yakin jalan ini bisa bertahan puluhan tahun. Ini investasi penting untuk masa depan pendidikan,” tambah Mulyono.

 

Pengerjaan jalan rampung dalam 2 bulan: awal Maret hingga akhir April 2026. Libatkan kontraktor Triwisna, WIKA, WKM, Defa Karya Abadi, K3PC, Andalan Mining, MMA, PAP, dan KNE.

 

“Rawan Begal, Kini Lebih Aman”

 

Yulianus Palangiran, anggota DPRD Kutim sekaligus Ketua Komite SDN 013, akui sering terima keluhan orang tua murid. Upaya ke Pemkab Kutim belum terealisasi.

 

“Terus terang saya sempat stres dan galau. Banyak orang tua murid mengeluhkan kondisi jalan ini. Jalan ini becek saat hujan dan cukup rawan karena semak-semak di sekitarnya,” ungkapnya.

 

Ia bahkan sebut pernah ada insiden pembegalan di jalur itu. “Syukur sekali ada KPC yang membantu pembangunan jalan ini. Ini bukti nyata kepedulian perusahaan. Saya menyaksikan sendiri bagaimana cepatnya respon mereka. Semoga operasional KPC selalu lancar,” ujar Yulianus.

 

“Perkuat Predikat Sekolah Ramah Anak & Adiwiyata”

 

Ibu Sri tegaskan dukungan infrastruktur ini perkuat komitmen SDN 013 sebagai Sekolah Ramah Anak. Sekolah ini raih Adiwiyata Nasional Desember 2025 dan tengah menuju Adiwiyata Mandiri.

 

Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, sebut proyek ini bagian komitmen perusahaan dukung pembangunan berkelanjutan. “Ini bentuk sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sekaligus gambaran praktik tata kelola yang baik di Kutai Timur,” ujarnya.

 

Pembangunan sejalan dengan 2 dari 7 program utama CSR KPC: peningkatan mutu pendidikan dan penguatan infrastruktur dasar.

 

Di balik angka Rp1,5 miliar, ada cerita bermakna: anak-anak kini ke sekolah dengan sepatu bersih, tanpa takut tergelincir. Jalan semenisasi SDN 013 jadi simbol harapan, jembatan ke masa depan, dan bukti kolaborasi hadirkan perubahan nyata.